Sabtu, 08 Maret 2014

Printer 3D Bantu Selamatkan Nyawa Pasien



(Foto: Ubergizmo) (Foto: Ubergizmo) CALIFORNIA - Printer 3D tidak hanya digunakan untuk kalangan manufaktur atau desainer, tetapi juga dalam dunia medis. Objek benda tiga dimensi yang dicetak bisa menyerupai persis bagian tubuh manusia.

Dilansir Ubergizmo, Selasa (28/1/2014), peneliti membuat saluran pernapasan atau trakea buatan dari mesin cetak 3D. Benda tiruan tersebut bisa membantu memudahkan pernapasan bagi pasien di rumah sakit.

Dr. Faiz Bhora dari St. Luke’s dan Roosevelt Hospitals bersama dengan tim penelitinya menaruh harapan besar menjadi yang pertama di dunia yang melakukan implantasi trakea buatan. Objek ini telah dicetak menggunakan material organik.

Kabarnya, saluran pernapasan buatan ini juga disematkan dengan sel induk untuk dapat tumbuh. Peneliti berharap bahwa implan objek 3D ini bisa sesuai ketika dimasukan ke dalam tubuh manusia.

Tahun lalu, printer 3D menyelamatkan seorang bayi di Amerika Serikat. Objek 3D ini dicetak dengan plastik bio-absorbable (serap), di mana perangkat akan membuka saluran pernapasan bayi tersebut sehingga memungkinkannya untuk bernafas secara normal kembali.

Bayi bernama Kaiba Gionfriddo didiagnosa menderita tracheobrochomalacia yakni penurunan saluran udara ke salah satu paru-paru. Sehingga, dapat menghambat seseorang saat mengeluarkan karbondioksida dan menghirup oksigen yang cukup.

“Material yang kami gunakan adalah pilihan yang sangat baik kualitasnya untuk proses ini. Dibutuhkan sekira dua sampai tiga tahun bagi trakea untuk beradaptasi dengan perangkat 3D yang kami tanamkan dalam tubuh,” jelas ahli biomedis di Michigan, Scott Hollister. (ahl)

0 komentar:

Posting Komentar