Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan hidup
setiap keluarga dalam masyarakat, hampir dapat dipastikan bahwa keluarga
tersebut memiliki berbagai macam fasilitas yang membuat hidup menjadi
lebih nyaman dan mudah. Ada fasilitas pembantu rumah tangga yang
mengurus dari menyapu, mencuci, memasak,
mengantar sekolah dan lain-lain. Ditambah lagi berbagai peralatan
elektronik yang serba memudahkan setiap pekerjaan, sehingga praktis
anak-anak kita tidak akan pernah mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang
menjadi tanggung jawab pembantu rumah tangga tersebut.
Secara kasat mata memang kita membuat anak-anak
kita menjadi nyaman dan bisa fokus pada sekolahnya. Namun kalau kita
tercemati lebih jauh, sebenarnya hal tersebut dapat mematikan daya
kreatifitas dan etos kerja anak-anak kita. Anak akan menjadi cengeng dan
tidak mau dan mampu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga yang
semestinya layak dan bisa dia kerjakan. Anak-anak kita tahunya hanya
menyuruh para pembantunya. Bi….. ambilkan sepatu, bi……. ambilkan pensil,
bi….. minta disuapi, bi …. minta ini …. bi minta itu dan begitu
seterusnya setiap hari bisanya hanya menyuruh dan menyuruh. Tidak ada
kemauan untuk bergerak memenuhi keperluannya sendiri. Dan pada akhirnya
anak-anak kita pun seolah merasa sudah menjadi boss.
Sungguh sangat memprihatinkan sekali kalau kondisi
generasi muda kita lemah etos kerjanya. Melihat tantangan pekerjaan,
belum dijalani sudah loyo duluan. Belum mencoba suatu pekerjaan sudah
banyak keluhan dan berbagai macam alasan karena kecengengannya. Lha
kalau sudah begini, apa yang bisa kita harapkan dari generasi muda yang
bermental boss tetapi tidak memiliki etos kerja dan loyo?
Barang kali kita semua perlu menyadari bahwa
pendidikan anak-anak kita sebaiknya selain pandai atau cerdas otaknya,
juga harus pandai dan cerdas keterampilannya. Kita arahkan anak-anak
kita untuk belajar mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga seperti
merapikan tempat tidurnya, menyapu, mencuci piring, mencuci pakaian,
menyeterika, membuat sendiri tugas pra karyanya atau membuat dan
menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya dan lain-lain. Latihan kerja ini
bukannya kita mengarahkan anak kita untuk menjadi pembantu rumah tangga,
tetapi semata untuk melatih etos kerjanya agar tidak menjadi pribadi
yang cengeng.






0 komentar:
Posting Komentar