Jumat, 18 Oktober 2013

Dampak Negatif Memanjakan Anak

anak cengengSebagai orang tua kita semua tentu menghendaki agar kehidupan anak-anak kita kelak lebih baik dari pada kehidupan kita saat ini. Konsekuensinya segala macam usaha apa pun akan kita lakukan demi memenuhi apa yang diperlukan oleh anak-anak kita. Mulai dari sejak lahir, masuk pra sekolah, saat sekolah hingga kuliah bahkan sampai berumah tangga pun kita selalu memperhatikannya. Apa salah? Tentu saja tidak. Namun demikian perlu kita cermati apa dampak negatif kalau kita terlalu memanjakan anak.
Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan hidup setiap keluarga dalam masyarakat, hampir dapat dipastikan bahwa keluarga tersebut memiliki berbagai macam fasilitas yang membuat hidup menjadi lebih nyaman dan mudah. Ada fasilitas pembantu rumah tangga yang mengurus dari menyapu, mencuci, memasak, mengantar sekolah dan lain-lain. Ditambah lagi berbagai peralatan elektronik yang serba memudahkan setiap pekerjaan, sehingga praktis anak-anak kita tidak akan pernah mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggung jawab pembantu rumah tangga tersebut.
Secara kasat mata memang kita membuat anak-anak kita menjadi nyaman dan bisa  fokus pada sekolahnya. Namun kalau kita tercemati lebih jauh, sebenarnya hal tersebut dapat mematikan daya kreatifitas dan etos kerja anak-anak kita. Anak akan menjadi cengeng dan tidak mau dan mampu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga yang semestinya layak dan bisa dia kerjakan. Anak-anak kita tahunya hanya menyuruh para pembantunya. Bi….. ambilkan sepatu, bi……. ambilkan pensil, bi….. minta disuapi, bi …. minta ini …. bi minta itu dan begitu seterusnya setiap hari bisanya hanya menyuruh dan menyuruh. Tidak ada kemauan untuk bergerak memenuhi keperluannya sendiri. Dan pada akhirnya anak-anak kita pun seolah merasa sudah menjadi boss.
Sungguh sangat memprihatinkan sekali kalau kondisi generasi muda kita lemah etos kerjanya. Melihat tantangan pekerjaan, belum dijalani sudah loyo duluan. Belum mencoba suatu pekerjaan sudah banyak keluhan dan berbagai macam alasan karena kecengengannya. Lha kalau sudah begini, apa yang bisa kita harapkan dari generasi muda yang bermental boss tetapi tidak memiliki etos kerja dan loyo?
Barang kali kita semua perlu menyadari bahwa pendidikan anak-anak kita sebaiknya selain pandai atau cerdas otaknya, juga harus pandai dan cerdas keterampilannya. Kita arahkan anak-anak kita untuk belajar mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga seperti merapikan tempat tidurnya,  menyapu, mencuci piring, mencuci pakaian, menyeterika, membuat sendiri tugas pra karyanya atau membuat dan menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya dan lain-lain. Latihan kerja ini bukannya kita mengarahkan anak kita untuk menjadi pembantu rumah tangga, tetapi semata untuk melatih etos kerjanya agar tidak menjadi pribadi yang cengeng.

0 komentar:

Posting Komentar