Kamis, 10 April 2014

Kuasai Skill Ini untuk Profesimu!



UKM Student English Forum Unsoed menggelar pelatihan public speaking bagi anggotanya. (Foto: dok. Unsoed) UKM Student English Forum Unsoed menggelar pelatihan public speaking bagi anggotanya. (Foto: dok. Unsoed) JAKARTA - Bekerja di bidang apa pun, suatu saat kita pasti akan menemui momen untuk berbicara di depan orang banyak. Minimal, untuk mempresentasikan program kerja di hadapan divisi lain. 

Tapi momen itu bisa jadi berantakan kalau kita enggak memiliki modal skill-nya. Kemampuan itu disebut public speaking alias berbicara di depan umum.

Untuk menjadi seorang pembawa berita, misalnya, kita enggak hanya dituntut berwawasan luas agar menguasai materi pemberitaan. Dalam English Skill Exploration (ESE) untuk pengurus UKM  Student English Forum (SEF) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), praktisi televisi Ria Sakti Unggul, menjelaskan, kemampuan utama lainnya adalah public speaking.

Seorang pembawa berita juga harus mampu mengembangkan informasi, mengetahui berita yang etis untuk masyarakat, dan mengatur waktu ketika membawakan sebuah berita.

"Ketika seorang pembawa berita tampil di depan kamera sebaiknya dia memperhatikan kontak mata, ekspresi dan posisi tubuh," ujar Ria seperti dilansir laman Unsoed, Rabu (9/4/2014).

Kemampuan public speaking juga diterapkan pada kegiatan pidato. Seperti saran Ria, Manajer SPEC Purwokerto Ari Suryani mengingatkan, seseorang yang berpidato harus menyampaikan argumennya sebaik mungkin agar mudah dicerna oleh pendengar. Dia juga harus memperhatikan sikap badan maupun tampilan, kontak mata kepada pendengar, dan hal-hal penting lainnya.

Beda halnya dalam kegiatan story telling atau mendongeng. Consultative Board SEF Irene Ingret memberikan tips berbekal pengetahuan dan pengalamannya dalam berbagai lomba.

"Dalam storytelling atau mendongeng, yang penting adalah bagaimana kita menciptakan ketertarikan pendengar dan dengan mudah pendengar dapat mengimajinasikan apa yang diceritakan oleh seorang storyteller," ucap mahasiswi Fakultas Kedokteran angkatan 2010 itu.

ESE merupakan salah satu program kerja dari Talent Development Department (TDD) SEF Unsoed. Koordinator TDD, Ita Apriliani, berharap, usai diadakan acara tersebut, kemampuan pengurus untuk public speaking pengurus dapat meningkat dan dapat melahirkan penyiar berita dan storyteller baru di lingkungan Unsoed. (rfa)

Kerjakan UN dengan Jujur Ya...

Ilustrasi siswa ujian (Foto : Heru Haryono/Okezone)JAKARTA - Kejujuran merupakan karakter yang harus dibangun sejak dini. Mulai dari hal-hal sederhana termasuk dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang akan dialami oleh para pelajar tingkat SD hingga SMA.

Oleh karena itu, Profesor bidang Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Semarang (Unnes) Tri Joko Raharjo yang tergabung dalam program Program Profesor dan Doktor Go to School menekankan pentingnya kejujuran saat melaksanakan UN. Pesan itu berlaku tidak hanya bagi siswa tapi juga guru dan kepala sekolah.

“Hilang harta bisa cari ganti. Tapi jika sekolah kehilangan karakter, maka hancurlah bangsa ini. Kejujuran adalah salah satu hal terpenting yang harus dimiliki oleh setiap individu," ujar Tri Joko, seperti dikutip dari laman Unnes, Kamis (10/4/2014).

Tri Joko mengatakan, program profesor dan doktor Unnes mengajar ke sekolah ini sudah dilaksanakan pada awal tahun ajaran 2013/2014 di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, yakni di Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, dan Kota dan Kabupaten Semarang.

“Tahun ini jangkauannya diperluas mencakup 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Selain mengajar di sekolah dan mengawal Kurikulum 2013, program ini juga mendampingi pelaksanaan UN jenjang SMA/sederajat dan SMP/sederajat," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana UN Sutikno yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga mengimbau agar para peserta UN selalu teliti dalam membaca petunjuk maupun saat mengerjakan soal. Tidak lupa, lanjutnya, untuk selalu mengecek kelengkapan soal.

"Dalam mengerjakan UN, sebisa mungkin peserta ujian nasional tidak dirugikan. Misalnya, sebelum mengerjakan soal, peserta diharapkan meneliti dahulu mulai halaman pertama sampai akhir apakan soal itu rusak atau tidak,” tutup Sutikno.

Windows XP Dibenci dan Dirindukan

(Foto: Arstechnica)ALIFORNIA - Sistem operasi Windows XP pada awal kemunculannya dinilai kurang populer. Sebuah forum Ars, tempat ngobrol dan saling berbagi informasi mengenai teknologi menyindir mengenai Windows XP.

Dilansir Arstechnica, Kamis (10/4/2014), problem terbesar pada Windows XP ialah karena OS tersebut merupakan sistem operasi pertama dengan fitur Product Activation. Sistem lisensi, di mana OS ini membutuhkan satu kopi Windows XP untuk di-install pada satu sistem PC.

Konsekuensi dari keputusan Product Activation memunculkan respon yang bervariasi. Sebagai dampaknya, sebagian pengguna enggan upgrade ke Windows XP. Salah seorang pengguna bahkan mengatakan, ia lebih senang untuk menggunakan Windows 2000.

Sebagian pengguna mengklaim bahwa tindakan Microsoft dengan Product Activation ini sudah kelewatan. Bahkan, ada yang tidak keberatan untuk menggunakan OS Linux, BeOS.

Karena kemunculan Product Activation ini, sebagian pengguna ada yang tidak ingin untuk upgrade ke Windows XP. Pada kondisi ini, Microsoft dianggap memaksa seseorang untuk upgrade dengan cara menolak untuk mendukung versi Windows yang lebih lama.

Informasi yang beredar sebelumnya mengungkapkan, Windows XP telah 'mati'. Tepat 8 April 2014 waktu Washington, Amerika Serikat, atau 9 April 2014 waktu dini hari di Indonesia, sistem operasi lawas itu benar-benar dibuang oleh Microsoft. Perusahaan tidak lagi mendukung Windows XP dengan menghentikan update keamanan pada OS tersebut. (ahl)

Selamat Tinggal Windows XP

Screenshot.REDMOND - Windows XP telah mati. Tepat 8 April 2014 waktu Washington, Amerika Serikat, atau 9 April 2014 dini hari tadi, sistem operasi lawas itu benar-benar dibuang oleh Microsoft.

Ya, hari yang ditunggu-tunggu tiba. Perusahaan yang menciptakan sistem operasi terpopuler sepanjang masa tersebut kini membuangnya tak ubah barang tua yang sudah jadi rongsokan tak berguna.

Microsoft sudah tak lagi memberikan dukungan berupa sistem update dan keamanan untuk OS Windows XP. Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya oleh berbagai pakar, diprediksi ratusan hingga ribuan malware akan menyerang komputer bersistem operasi Windows XP yang sudah tak dilindungi oleh Microsoft.

Namun meski OS yang diciptakan pada 2001 sudah dibuang, penggunanya masih banyak yang menggunakan di seluruh dunia. Pangsa pasar Windows XP masih di angka 27,9 persen. Jumlah yang banyak untuk sebuah sistem operasi yang sudah mati. Jadi, apakah komputer Anda juga masih menggunakan Windows XP? (amr)

Rabu, 02 April 2014

Robot Buatan Anak Indonesia

Kontes robot di Politeknik Negeri Jakarta. (Foto: Marieska/Okezone)JAKARTA – Wakil Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, Kristen Bauer mengaku terkesima melihat robot-robot hasil karya anak-anak muda Indonesia yang dipamerikan dalam Markers @America Fair, baru-baru ini.

Mereka yang mendapat sajungan adalah belasan siswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia berhasil membuat proyek dan prototope robot. Ini adalah pertama kali diselenggarakan di Amerika Serikat.

"Saya terkesima dengan apa yang dapat dibuat oleh anak-anak muda (Indonesia). Kalau saya harus bikin sendiri, saya tidak tahu harus mulai dari mana," kata dia di Jakarta.

Kristen mengatakan pameran inovasi seperti Maker's Fair sudah lazim diadakan di AS dan dia berharap Makers @America Fair dapat memperbesar kesempatan para pelajar Indonesia untuk memamerkan hasil inovasinya.

Belasan stand didirikan pada acara ini untuk menampilkan proyek dan karya-karya seperti mesin penyiram tanaman, quadcopter, robot pemadam kebakaran dan mesin Rube Goldberg, yang semuanya dibuat dari berbagai kalangan, mulai murid SMA, mahasiswa, sampai komunitas robot.

Dari berbagai pameran prototipe dan proyek di Maker's Fair, Bauer mengaku paling tertarik dengan robot-robot buatan anak Indonesia. (ant)
(amr)

Minggu, 23 Maret 2014

Usia 76 Tak Halangi Bill Cosby Pakai Instagram

Bill Cosby (Foto: Twitter)AUSTIN - Komedian lawas Bill Cosby mengunggah foto instagram pertamanya pada Senin di event South by Southwest (SXSW) di Austin, Texas, Amerika Serikat. Usia 76 tahun tidak menghalanginya untuk tetap eksis di jejaring dunia maya.

Dilansir Mashable, Selasa (11/3/2014), Bill membintangi tayangan komedi berbahasa Inggris, yang pernah diputar di salah satu stasiun televisi Indonesia, The Cosby Show. Di acara SXSW, ia mengunggah foto instagram pertama kalinya sebelum ia tampil di panggung standup show' Funny or Die.

Pria kelahiran Philadelphia, 12 Juli 1937 ini mengatakan Instagram akan membantu dia merespon dan menyampaikan hal untuk penggemar lebih cepat. Menurutnya, jejaring sosial berbeda dengan 'fan clubs' yang lebih populer saat ia masih berusia muda.

Ia juga mengatakan bahwa Twitter merupakan hiburan terbaik bagi penggemar yang pernah digunakannya. "Semua itu tampaknya mengambil dari layanan surat tua. Dan, kini segalanya (diselesaikan dalam waktu) 15 detik," tuturnya, yang merasakan manfaat dari penggunaan jejaring sosial di internet.

Ia memiliki akun Twitter @BillCosby serta instagram.com/billcosby. The Cosby Show pernah populer pada 1984 hingga 1992 dengan dirinya sebagai produser tayangan komedi tersebut. (ahl)

Asal Muasal Susunan Huruf di Keyboard Komputer Tak Teratur


Christopher Latham Sholes, seorang yang merancang tombol papan ketik (foto: Ist) Christopher Latham Sholes, seorang yang merancang tombol papan ketik (foto: Ist) APAKAH Anda menyadari bahwa susunan huruf yang tertera pada keyboard komputer tidak teratur atau acak-acakan, tetapi bisa membuat hasil tulisan rapih dan cepat. Selama ini, Anda mungkin hanya asik mengetik, tetapi tidak terpikirkan bagaimana sejarahnya awal si pencipta menyusun kata dari A sampai Z.

Ya, dialah Christopher Latham Sholes, seorang yang merancang tombol papan ketik yang sekarang disebut dengan istilah QWERTY. Mengapa keyboard Qwerty, karena keyboard yang dimulai dari susunan kata yang tertera di atas kiri papan keyboard.

Sebenarnya, penciptaan keyboard (Papan Ketik) komputer diilhami oleh penciptaan mesin ketik yang dasar rancangannya pada waktu itu masih dalam bentuk mesin ketik. Kotak, jarak huruf yang satu ke satunya jauh, terbuat dari besi bercampur kayu. Dan itu disesuaikan dengan bentuk dan ukuran tangan manusia di zaman itu.

Sejarahnya, awal pertama tercipta tahun 1868, Christopher menyusun berdasarkan abjad, dan itu menghasilkan ketikan cepat. Akan tetapi, karena terlalu cepatnya, sampai-sampai Christopher menemui masalah. Seringkali saat tombol ditekan, batang-batang huruf (slug) yang menghentak pita itu saling mengait/tersangkut antara satu dengan yang lainnya.

Christopher terus memikirkan solusinya. Hingga akhirnya dia melakukan percobaan dengan mengacak-acak susunan kata yang tertera. Kembali dia membongkar itu papan mesin ketiknya untuk mengubah susunan kata.

Setelah melakukan beberapa percobaan, ia menemukan kombinasi yang paling dianggap sulit untuk digunakan dalam mengetik.Tujuannya untuk menghindari kesalahan-kesalahan mekanik yang sering terjadi sebelumnya.

Degan kata lain, apa yang diciptakan Christopher dengan QWERTY-nya pada 1873, bukanlah susunan yang efisien, karena menyebabkan orang pada waktu itu kesulitan dalam mengetik dan juga lamban.

Namun begitu, sang pencipta punya keyakinan model QWERTY adalah yang paling tepat. Tahun 1973 susunan pada mesin ketik inilah yang diturunkan pada keyboard sebagai input komputer dan kemudian diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization). Christopher resmi mematenkan hasil karyanya di hadapan publik dunia.

Pria kelahiran Mooresburg, Pennysvania, Amerika Serikat, 14 Februari 1819 ini, menjadi terkenal setelah karyanya kini banyak digunakan publik internasional. Christopher meninggal pada 17 Februari 1890 setelah berjuang melawan tuberkulosis selama sembilan tahun, dan dimakamkan di Hutan Rumah Pemakaman di Milwaukee. Selain pencipta mesin tik, ia juga dikenal sebagai penerbit surat kabar dan juga politisi.

Perkembangan di Indonesia
Publik Indonesia bisa dikatakan terlambat dalam penggunaan komputer dengan model QWERTY. Dahulu, Indonesia hanya mengenal yang namanya papan mesin ketik, manual tanpa menggunakan listrik. Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pun ditulis dengan menggunakan mesin ketik manual.

Baru setelah tahun 1980 hingga 1990-an, masuklah teknologi komputer yang menggunakan keyboard QWERTY. Ketika akan mencetak hasil tulisan pun langsung bisa di mesin yang bernama printer.

Bila ada kesalahan, tidak perlu lagi kesulitan untuk menghapusnya, cukup di layar komputer saja. Waktu itu, meski komputer sudah masuk, masih banyak orang Indonesia yang tetap menggunakan mesin ketik, karena hemat listrik dan tidak sulit mengoperasikannya seperti di komputer.

Baru setelah memasuki tahun 2000-hingga sekarang ini, perkembangan teknologi terus mendominasi publik Indonesia. Semua sudah menggunakan laptop, tablet atau smartphone yang mengunakan tombol QWERTY untuk bekerja.

Bahkan teknologi tidak hanya sampai disitu, muncul teknologi layar sentuh. Kehadiran layar sentuh bukan mengganti atau menggeser posisi papan ketik, tetapi sebagai alternatif dalam menggunakan teknologi berbasis komputer.  Tetapi, lagi-lagi Indonesia selalu tertinggal dari negara-negara maju lainnya yang sudah lebih cepat menggunakan teknologi tersebut. (